Gema Eskatologi: Jejak Kemunculan Yakjuj-Makjuj Hingga Masa Keemasan Nabi Isa AS
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dalam tradisi eskatologi Islam, Yakjuj dan Makjuj digambarkan sebagai fitnah fisik yang amat dahsyat melebihi jangkauan kehancuran biasa. Jika Dajjal menyebar fitnah melalui tipu daya dan kesesatan ideologi, Yakjuj dan Makjuj adalah gelombang manusia berkarakter ganas dengan jumlah yang sangat fantastis hingga perbandingannya mencapai 999 berbanding 1 manusia biasa.
Ketika benteng kurungan buatan Zulqarnain hancur, mereka turun dari tempat-tempat tinggi bagaikan air bah, melahap seluruh sumber daya, meminum habis Danau Thabariyyah, serta membinasakan siapa saja di muka bumi.
Kemunculan mereka terjadi setelah Nabi Isa AS membunuh Dajjal di pintu Gerbang Ludd.
Allah SWT kemudian memberi wahyu kepada Nabi Isa bahwa Dia akan mengeluarkan makhluk yang tidak ada satu pun manusia sanggup melawan mereka, sehingga Nabi Isa diperintahkan membawa kaum beriman mengungsi ke Gunung Tursina.
Yakjuj dan Makjuj terus merajalela hingga dengan sombong memanah ke arah langit dan mengaku telah membunuh penghuni bumi serta langit.
Di atas Gunung Tursina, Nabi Isa AS beserta pengikutnya yang terkepung dan kelaparan berdoa memohon pertolongan Allah.
Allah mengabulkan doa tersebut dengan mengirimkan wabah ulat naghaf yang menyerang leher-leher Yakjuj dan Makjuj hingga seluruh populasi mereka tewas seketika bagaikan matinya satu jiwa.
Setelah itu, atas doa Nabi Isa kembali, Allah mengirimkan burung-burung besar untuk mengangkut bangkai mereka dan menurunkan hujan lebat yang membersihkan seluruh permukaan bumi hingga wangi dan subur kembali. Pasca musnahnya Yakjuj dan Makjuj, Nabi Isa AS memimpin bumi dalam masa keemasan yang penuh kedamaian selama 40 tahun sebelum akhirnya beliau wafat secara alami dan dimakamkan di sebelah makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.
Mengenai perkiraan angka tahun Masehi maupun Hijriah untuk masa kepemimpinan tersebut,
teks Al-Qur'an dan Hadis secara mutlak tidak pernah memberikan angka tahun kalender apa pun karena waktu terjadinya merupakan rahasia gaib milik Allah SWT semata.
Namun jika ditinjau dari rasio perhitungan durasi, masa kepemimpinan beliau selama 40 tahun Masehi atau hitungan syamsiah berbasis 365 hari per tahun akan setara dengan sekitar 41 tahun 2 bulan dalam perhitungan kalender Hijriah atau komariah yang berbasis 354 hari per tahun.
Jika peristiwa turunnya beliau diasumsikan terjadi pada tahun penanda X Masehi atau tahun Y Hijriah, maka seluruh rangkaian peristiwa dari kemunculan Yakjuj dan Makjuj, kemakmuran bumi, hingga wafat dan dimakamkannya Nabi Isa AS akan berlangsung dari tahun X hingga tahun X+40 Masehi, atau setara dengan tahun Y hingga tahun Y+41 dalam kalender Hijriah.
Para ulama menegaskan bahwa mencoba mematok angka tahun pasti tertentu adalah spekulasi tanpa dasar sanad yang sahih, sehingga kepastian angka tahun kalendernya tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ditulis oleh :
R. Rizky Noor Natawijaya
Analis Perilaku Sosial, Hukum, dan Agama
Related Articles