Pasien Bontang Mengeluh, Rujukan Operasi Harus ke Luar Pulau Gara-Gara Alat Medis 'Karatan'

Kesehatan 20 Jun 2026 07:31 2 min read 151 views By R Natawijaya

Share berita ini

Pasien Bontang Mengeluh, Rujukan Operasi Harus ke Luar Pulau Gara-Gara Alat Medis 'Karatan'
Sejumlah warga Kalimantan Timur mengeluhkan buruknya kualitas fasilitas medis di rumah sakit rujukan daerah. Mirisnya, beberapa tindakan operasi krusial terpaksa dirujuk ke luar pulau, seperti Jakarta atau Surabaya, hanya karena peralatan bedah di fasilitas lokal dinilai sudah tidak layak pakai dan berkarat.

BONTANG, IntegriisMedia- – Sejumlah warga Kalimantan Timur mengeluhkan buruknya kualitas fasilitas medis di rumah sakit rujukan daerah. Mirisnya, beberapa tindakan operasi krusial terpaksa dirujuk ke luar pulau, seperti Jakarta atau Surabaya, hanya karena peralatan bedah di fasilitas lokal dinilai sudah tidak layak pakai dan berkarat.

 

 Fasilitas Usang, Nyawa Taruhannya

 

 Keluhan ini mencuat setelah salah satu keluarga pasien asal Kota Bontang mengungkapkan kekecewaannya. Rencana operasi besar gendang telinga anggota keluarganya yang dirujuk ke Poli THT RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) tidak bisa dilaksanakan, dengan alasan tim medis menemukan bahwa set instrumen bedah yang tersedia sudah mengalami korosi (karatan).

 

 "Dokter bilang alatnya tidak aman karena sudah berkarat. Akhirnya kami harus dirujuk ke Surabaya atau Jakarta, berat sekali buat akomodasi kesana, " Ujar keluarga pasien asal Bontang yang tidak kami sebutkan namanya ke media kami, beberapa waktu yang lalu.

 

 Kondisi ini dianggap ironis mengingat Kalimantan Timur merupakan provinsi kaya sumber daya alam dan kini menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, ketimpangan fasilitas kesehatan di kota-kota penyangga masih menjadi persoalan klasik yang belum tuntas.

 

 Dampak Domino bagi Masyarakat

 

 Masalah "alat karatan" ini memicu rentetan masalah bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Beban Biaya Membengkak, meski biaya medis ditanggung BPJS, biaya transportasi pesawat dan penginapan keluarga di luar kota sepenuhnya menjadi beban pribadi.

 

 Risiko Medis

 

Penundaan operasi akibat proses rujukan yang birokratis meningkatkan risiko perburukan kondisi pasien.

 

 Antrean Panjang

 

Penumpukan pasien terjadi di RS rujukan luar daerah, sementara RS di Kaltim seolah "mati suri" dalam menangani kasus bedah spesifik.

 

 Hingga berita ini diturunkan, media kami masih berusaha mengkonfirmasi ke pihak manajemen rumah sakit terkait langkah pengadaan alat baru untuk menggantikan fasilitas yang sudah tidak layak pakai tersebut.

(kaje/red)

Integris Media