Maafkan Aku, Indonesia
Jujur, sudah puluhan tahun saya tidak pernah mengibarkan bendera Merah Putih, semata-mata karena rasa kecewa yang mendalam pada NKRI.
Namun, insyaAllah di bulan Agustus 2026 ini, saya akan kembali mengibarkannya.
Mengapa pikiran saya berubah?
Karena saya baru menyadari, kekecewaan saya selama ini seharusnya bukan kepada Indonesia, melainkan kepada sistem pemerintahannya.
Ya, selama ini saya keliru. Maafkan aku, Indonesia... kamu memiliki sistem dan rezim pemerintahan yang salah namun begitu kuat. Saya hanya bisa berdoa dan berharap kelak lahir rezim baru yang bersih. Bahkan, rasanya sistem pemerintahan Islam-lah yang harus berdiri jika ingin rakyat benar-benar aman, sejahtera, dan negara menjadi makmur.
Ini bukan maksud saya membawa SARA, melainkan berdasarkan fakta sejarah bahwa saat negara Islam berdiri, seluruh keberagaman justru aman dan sistem hukum menjadi bersih.
Mengapa semua itu terasa sulit terwujud?
Karena sistem kapitalisme pada rezim saat ini sudah begitu berakar kuat meskipun secara KTP, mereka adalah Muslim.
Maafkan aku, Indonesia... kami belum mampu membawamu meraih kemerdekaan yang sesungguhnya.
Jujur, saya belum pernah mengangkat dan mengepalkan tangan untuk berteriak "MERDEKA...!"
Ditulis oleh :
R. Rizky Natawijaya
Analis Perilaku Sosial Hukum, Agama dan Kebangsaan.
Related Articles