Saat Akal Sehat Harus Turun ke Jalan

Politik 07 Aug 2026 09:32 2 min read 6 views By R Rizky Natawijaya

Share berita ini

Saat Akal Sehat Harus Turun ke Jalan
Dari mata yang dulu skeptis kini menjadi saksi: saat keteguhan anak muda di tengah malam membenturkan realitas dan menegur nurani kita

Dulu, jujur saja, saya termasuk orang yang kerap memandang sebelah mata aksi-aksi demonstrasi. Setiap kali melihat liputan masyarakat atau adik-adik mahasiswa turun ke jalan, yang terlintas sering kali rasa skeptis: untuk apa membuang energi, mengganggu lalu lintas, atau berteriak di bawah terik matahari?

Namun, realitas hari memaksa pandangan itu berbalik 180 derajat.

Di bawah impitan kondisi sekarang, rasa sakit dan sesak itu tidak lagi sekadar wacana di media, melainkan kenyataan yang menghantam kehidupan sehari-hari. Baru sekarang terasa betapa berharganya keberanian mereka yang mau berdiri paling depan, menyuarakan apa yang selama ini tertahan di tenggorokan masyarakat luas. Ketika suara-suara di ruang formal tak lagi memihak, jalanan menjadi satu-satunya panggung kejujuran yang tersisa.

Yang membuat hati ini makin miris dan miris adalah menyaksikan kontras yang terjadi. Di saat rakyat dan mahasiswa bertaruh keselamatan hingga larut malam. Menyimpan kecemasan keluarga yang menunggu di rumah, masih banyak pihak yang sibuk bersolek, berambisi, dan berburu kursi di parlemen. Mereka berlomba mengejar posisi kekuasaan tanpa pernah betul-betul merasakan getirnya beban yang dipikul rakyat di bawah. Seolah-olah parlemen hanyalah sebuah panggung perebutan aset, bukan amanat penderitaan rakyat.

Melihat foto adik-adik mahasiswa yang masih bertahan hingga gelap gulita, yang terpikir bukan lagi soal politik praktis, melainkan empati dasar sebagai sesama manusia dan orang tua. Mereka adalah anak-anak muda yang seharusnya menikmati masa mudanya dengan tenang, namun terpaksa menjadi benteng terakhir akal sehat bangsa ini.

Semoga mereka senantiasa dalam perlindungan dan keselamatan. Karena di luar sana, ada doa ibu yang tidak putus, ada keluarga yang terus menanti kepulangan mereka dalam keadaan utuh dan selamat. Keberanian mereka ini adalah cermin bagi kita semua tentang arti sebuah kepedulian yang sebenarnya.

 

Ditulis oleh : 

R. Rizky Natawijaya, S.H., CFIP, CPP, C.MK., C.CP, C.Neg.

 

Analis Perilaku Sosial Hukum dan Kebangsaan

Integris Media