Sakit Sebagai Pengingat Kematian

Dakwah 09 Aug 2026 17:19 3 min read 28 views By R Rizky Natawijaya

Share berita ini

Sakit Sebagai Pengingat Kematian
"Ingatlah kematian, maka kau akan mencintai kebaikan dan meninggalkan hawa nafsu." (RRN Natawijaya)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, serta orang-orang yang setia mengikuti jalan beliau hingga akhir zaman.

Kehidupan di dunia ini bukanlah tempat tinggal yang abadi, melainkan hanya tempat persinggahan sementara. Setiap episode kehidupan yang kita lalui baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, mengandung hikmah mendalam yang dirancang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menyadarkan hamba-Nya.

 

Sakit: Teguran dan Pengingat akan Hakikat Dunia

Ketika rasa sakit hinggap pada tubuh kita, acapkali kita meratapi penderitaannya. Padahal, jika kita merenung, sakit bisa sebagai pengingat akan dekatnya hari kematian.

 

Sebagaimana perkataan ulama Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah: "Negeri (dunia) ini dibangun di atas rasa sakit & penyakit. Bisa jadi engkau sembuh dari sakit, & hilang dari penyakit, namun... apakah engkau mampu selamat dari kematian?"

 

Dunia memang diciptakan penuh dengan ketidakabadian dan ujian. Seseorang mungkin bisa pulih dari demam, terbebas dari penyakit kronis, atau kembali bugar setelah beristirahat. Namun, tidak ada satu pun manusia yang sanggup melarikan diri dari takdir kematian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan hakikat ini dalam Al-Qur'an: 

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)

 

Kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditunda atau dipercepat walau sedetik pun.

Faidah Penyakit dan Pesan Para Ulama

Ujian berupa penyakit sejatinya adalah bentuk kasih sayang Allah untuk membangunkan jiwa yang tertidur lelap dalam kelalaian. 

 

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah menjelaskan: 

"Di antara faidah penyakit, yaitu memperingatkanmu akan kepergianmu dari alam dunia ini. Penyakit mengingatkan kita kepada kematian agar segera mempersiapkan diri menghadapinya."

 

Setiap rasa sakit, kepedihan, dan kelemahan fisik adalah sinyal bahwa tubuh kita fana. Setiap sakit adalah panggilan lembut dari Allah, untuk kembali, taubat, dan berbenah diri.

Rasulullah ﷺ pun senantiasa menasihati umatnya agar tidak lalai dan senantiasa mengingat pemutus kelezatan dunia ini. 

Beliau ﷺ bersabda: "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian)." (HR. Tirmidzi)

 

Ketika kita senantiasa mengingat mati, arah dan prioritas hidup kita akan berubah. Sebagaimana pesan hikmah: 

"Ingatlah kematian, maka kau akan mencintai kebaikan dan meninggalkan hawa nafsu." (RRN Natawijaya)

 

Penutup

Jamaah sekalian, marilah kita jadikan setiap ujian sakit yang menerpa sebagai momentum untuk ber-muthala'ah dan ber-muhasabah. Jangan biarkan sakit hanya berlalu sebagai penderitaan fisik semata, melainkan jadikan ia sebagai penyuci dosa, pemacu taubat, dan pendorong untuk memperbanyak bekal amal shalih sebelum ajal menjemput.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengurniakan kita ketabahan saat diuji, membimbing kita untuk senantiasa bertaubat, dan mematikan kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Oleh :

R Rizky Noor Natawijaya 

Integris Media