Bila imam kunut subuh apakah makmum wajib ikut?
Hal pertama yang perlu diketahui adalah hukum kunut subuh itu sendiri.
Ulama beda pendapat tentang kunut subuh.
▶️ Menurut Madzhab Syafi'iah dan Malikiah, kunut subuh adalah Sunnah.
▶️ Menurut Madzhab Hanabilah, kunut subuh adalah makruh.
▶️ Menurut Madzhab Hanafiah, kunut subuh adalah Bid'ah.
Maka menurut Hanafiah makmum tidak mengangkat tangan, sebab prinsip mereka kunut adalah Bid'ah.
Namun menurut Hanabilah, makmum tetap mengangkat tangan sekalipun dia menyakini kunut subuh tidak disyaratkan. Ini berdasarkan beberapa Alasan:
1). Karena kunut subuh adalah pendapat kebanyakan ulama diantara Madzhab yang ada.
2). Berdasarkan keumuman sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:
إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ
"Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti, maka janganlah menyelisihinya". ( Hadits Muttafakkun alaihi)
Berkata Imam Hajawi Al Hambali:
يقول الحجاوي الحنبلي : فإن ائتم بمن يقنت في الفجر أو في النازلة تابعه وأمّن إن كان يسمع وإن لم يسمع دعا. ( الإقناع 145/1 )
"Bila seorang bermakmum dibelakang imam yang melakukan kunut subuh atau kunut nazilah, maka dia mengikuti imam dan mengaminkan, namun bila tidak terdengar bacaannya maka dia berdoa sendiri ". (Al - iqna')
Berkata Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
وينبغي للمأموم أن يتبع فيه إمامه فإن قنت قنت معه ، وإن لم يقنت لم يقنت.
"Selayaknya bagi makmum mengikuti imamnya, bila imam kunut maka dia ikut kunut, bila Imamnya tidak kunut maka dia tidak kunut." (Majmu' fatawa. 5/360)
Begitu pula menurut Syaikh Utsaimin. Beliau termasuk salah satu ulama yang mengikuti pendapat kunut subuh tidak disyariatkan, namun bila shalat dibelakang imam yang kunut maka beliau menganjurkan untuk ikut kunut, beliau berkata:
القنوت في الفرائض ليس بمسروع ولا ينبغي فعله، لكن إن قنت الامام فتابعه لأن الخلاف شر.
"Kunut Subuh tidak disyariatkan dan tidak boleh dilakukan, tetapi bila imam kunut maka ikutilah imam, karena berselisih itu buruk". (Majmu' fatawa warrasail. 113)
Beliau juga mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hambal, beliau berkata:
وقد نص الامام احمد؛ والواجب على ذالك أن نقول, بل يؤمن علي دعاء الامام ويرفع يديه تبعا للامام خوفا من المخالفة.
"Ada keterangan dari Imam Ahmad, dan yang wajib dalam hal itu adalah mengaminkan kunutnya imam dan mengangkat tangannya mengikuti imam, khawatir menyelisihi". (Majmu' fatawa warrasail. 78)
Demikian pendapat para imam tentang makmum yang meyakini tidak disunnahkan kunut subuh, namun shalat dibelakang imam yang kunut.
Dan pendapat yang paling bagus untuk diikuti adalah makmum mengikuti imamnya yang kunut agar tidak menyelisihi gerakan imam dan agar terhindar dari perselisihan sebagai mana penjelasan yang telah lalu.
Semoga tercerahkan dan bisa dijadikan pegangan.
Barokallahu fiikum.
Penulis:
R Rizky Natawijaya
Related Articles