Dilema 38,9 Persen: Ketika Sholat Ditinggalkan dan Dakwah Justru Dituduh Radikal

Dakwah 20 Jul 2026 16:57 2 min read 83 views By R Rizky Natawijaya

Share berita ini

Dilema 38,9 Persen: Ketika Sholat Ditinggalkan dan Dakwah Justru Dituduh Radikal
Neraka Saqar dan Lembah Wail: Janji Siksa Allah Bagi Pemuda & Umat yang Melalaikan Sholat

Asalamualaikum.....

Saudaraku, berarti dari total jumlah penduduk Indonesia yang muslim, hanya 38,9% Umat Muslim Indonesia yang menunaikan sholat 5 waktu. Jadi ya terima jika Allah sering memberi ujian dan peringatan dalam segala bentuk. Terus bagaimana?

 

Ya makanya para pejuang dakwah atau mereka yang berusaha keras untuk membina umat Islam di Indonesia jangan pernah dengan mudah dicap radikal. Ironisnya, sebutan atau stigma tersebut sering kali justru datang dari kalangan yang mengaku muslim sendiri, namun enggan menjalankan kewajiban agamanya secara utuh.

 

Peringatan Tegas: Hukum dan Janji Siksa Allah Bagi Yang Meninggalkan Sholat

Sholat adalah tiang agama dan pembatas utama antara keimanan seseorang. Ketika mayoritas mengabaikan tiang tersebut, maka runtuhlah kekuatan fondasi spiritual suatu kaum. Dalam ajaran Islam, hukum meninggalkan sholat lima waktu dengan sengaja merupakan perkara yang sangat serius:

- Pemisah Antara Iman dan Kekufuran

Rasulullah SAW secara tegas bersabda:

"Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat." (HR. Muslim)

- Ancaman Siksa Neraka Saqar

Allah SWT telah menggambarkan kondisi orang-orang yang melalaikan dan meninggalkan sholat dalam Al-Qur'an surah Al-Muddassir ayat 42-43:

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat."

- Ancaman Lembah "Wail" di Akhirat

Bahkan bagi mereka yang sholat namun lalai, menunda-nunda, atau melakukannya tanpa kesungguhan, Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Surah Al-Ma'un ayat 4-5:

"Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya."

 

 

Penutup: Momentum Perbaikan Umat

Kondisi ini bukanlah alasan untuk saling menuding, melainkan panggilan darurat (wake-up call) bagi seluruh komponen umat. Dakwah bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyelamatkan. Sudah saatnya energi dakwah difokuskan pada penguatan akidah dan penegakan sholat, sebab perbaikan kualitas sholat suatu bangsa adalah kunci utama datangnya keberkahan dan diangkatnya berbagai musibah. 

Walaikumsalam...

 

 

R Rizky Natawijaya 

Integris Media