Masing-masing poin dalam akronim D.I.C.E yang dimaksud untuk menjaga keutuhan organisasi :

Edukasi 03 Jul 2026 10:47 2 min read 111 views By R Rizky Natawijaya

Share berita ini

Masing-masing poin dalam akronim D.I.C.E yang dimaksud untuk menjaga keutuhan organisasi :
Narasi: Keunggulan sejati diukur dari kontribusi nyata, kapasitas diri, dan hasil kerja yang berkualitas bagi kemajuan organisasi. Fokus utama seorang profesional adalah melahirkan prestasi yang membawa dampak positif jangka panjang, bukannya sibuk mencari panggung, berpolitik praktis, atau menciptakan sensasi yang justru memicu perpecahan. Kesimpulan Singkat: Nilai-nilai D.I.C.E ini menjadi benteng komitmen agar organisasi tidak hancur dari dalam, melahirkan lingkungan kerja yang sehat di mana kemajuan digerakkan oleh mereka yang dapat dipercaya, bukan yang pandai berpolitik.

1. D - Discipline (Kedisiplinan)

Arti/Keterangan: Discipline dalam menjaga lisan.

Narasi: Di dalam sebuah organisasi, kedisiplinan bukan hanya soal ketepatan waktu atau kepatuhan pada aturan tertulis, melainkan juga disiplin dalam menjaga setiap perkataan yang keluar. Menjaga lisan berarti menahan diri dari menyebarkan rumor, gosip, atau cerita yang belum tentu benar agar tidak memicu kesalahpahaman atau adu domba antaranggota.

 

2. I - Integrity (Integritas)

Arti/Keterangan: Integrity dalam berkata benar.

Narasi: Integritas adalah fondasi utama yang menyelaraskan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dalam konteks ini, integritas diwujudkan melalui kejujuran dan keberanian untuk selalu menyampaikan kebenaran, bukan memanipulasi fakta atau melakukan framing yang dapat merusak kepercayaan di dalam tim.

 

3. C - Consistency (Konsistensi)

Arti/Keterangan: Consistency dalam bersikap kepada siapa pun.

Narasi: Konsistensi menuntut setiap individu untuk memiliki sikap yang adil, stabil, dan tidak berubah-ubah berdasarkan kepentingan sesaat atau kepada siapa mereka berbicara. Ini adalah penangkal dari sikap "lidah manis, hati bermuka dua", sehingga hubungan antaranggota didasari oleh ketulusan yang setara, tanpa membeda-bedakan.

 

4. E - Excellence (Keunggulan)

Arti/Keterangan: Excellence dalam membangun prestasi, bukan sensasi.

Narasi: Keunggulan sejati diukur dari kontribusi nyata, kapasitas diri, dan hasil kerja yang berkualitas bagi kemajuan organisasi. Fokus utama seorang profesional adalah melahirkan prestasi yang membawa dampak positif jangka panjang, bukannya sibuk mencari panggung, berpolitik praktis, atau menciptakan sensasi yang justru memicu perpecahan.

 

Ditulis oleh :

R. Rizky Natawijaya, S.H., CFIP, CPP, C.MK., C.CP, C.Neg.

 

Analis Ormas, Perilaku Sosial dan Kebangsaan

Integris Media